Memiliki rumah ialah dambaan setiap orang di dunia ini. Bisa membeli rumah dari hasil jerih payah sendiri merupakan kebanggaan tersendiri. Pasalnya, harga rumah di zaman sekarang yang merajalela membuat aku yang berpenghasilan pas-pasan cukup sulit memenuhinya. Tapi, itu bukan penghalang. Impian mempunyai rumah masih menjadi momok yang pesimis bisa terealisasikan. Bagaimana tidak harganya yang mencapai ratusan juta membuat beberapa teman pun memilih tinggal bersama orangtuanya. Aku di usia 26 tahun saat ini mulai menyisihkan uang untuk mewujudkan impianku. Dari penghasilan bulanan aku, rasanya akan lama terwujudnya impian itu karena makin meroketnya berbagai macam keperluan harian. Mulai dari kebutuhan pokok yang mahal, berbagai tagihan di akhir bulan sampai pengeluaran untuk kesehatan harus di prioritaskan. Pasalnya, ketika aku jatuh sakit, pekerjaan aku akan terbengkalai dan imbasnya berkurangnya penghasilan bulanan aku. Agar aku tetap sehat menjalani aktivit...